TOKO OBAT DI SUNTER JAYA BEBAS JUAL TRAMADOL, DIDUGA ADA OKNUM TNI YANG JADI PENJAGA DAN PELINDUNG
0 menit baca
JAKARTA UTARA – Sebuah tempat usaha yang beroperasi sebagai toko obat di Jalan Sunter Kemayoran No.7A, RT.3/RW.3, Kelurahan Sunter Jaya, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, sampai saat ini masih berani beroperasi secara bebas dan leluasa menjual obat golongan keras terlarang yaitu Tramadol, meskipun sudah berkali-kali dilaporkan ke pihak berwenang.
Berdasarkan informasi dan pantauan di lokasi, tempat usaha ini diketahui menjual Tramadol secara bebas tanpa resep dokter, dijual eceran kepada siapa saja, bahkan diduga juga diedarkan ke tempat lain. Padahal sesuai aturan yang berlaku, obat tersebut termasuk dalam kategori psikotropika yang penggunaannya sangat dibatasi, berisiko tinggi menyebabkan ketergantungan, kerusakan saraf, hingga membahayakan nyawa jika dikonsumsi sembarangan. Selain itu, tempat ini juga tidak memiliki izin pengelolaan obat yang sah dan tidak dikelola oleh tenaga apoteker yang berkompeten.
Hal yang membuat warga sekitar sangat heran dan marah adalah kenapa tempat ini bisa terus berjalan mulus tanpa pernah ditindak atau ditutup. Kini terungkap dugaan yang cukup mengejutkan: ada oknum dari pihak TNI yang sering terlihat berada di lokasi, bahkan diduga bertugas menjaga dan melindungi aktivitas ilegal tersebut.
"Sering terlihat orang berseragam atau yang dikenali sebagai anggota TNI berdiri di depan atau masuk ke dalam toko. Kalau ada yang bertanya atau mau melaporkan, mereka yang maju menghadang. Tidak heran tempat ini berani banget, merasa punya pelindung kuat jadi tidak takut sama aparat lain atau aturan hukum," ungkap salah satu warga yang sudah tidak sabar melihat hal ini terus terjadi.
Keberadaan oknum yang seharusnya menjaga keamanan dan ketertiban, justru diduga melindungi pelanggaran berat yang merugikan kesehatan dan keselamatan masyarakat, membuat warga sangat kecewa dan marah. Mereka mempertanyakan di mana penegakan hukum yang adil, serta meminta agar pimpinan TNI menelusuri dan memeriksa anggota yang terlibat dalam kasus ini.
Warga menuntut agar toko obat tersebut segera ditutup total, barang bukti disita, pemilik dan pihak yang melindungi diproses hukum seberat-beratnya. Mereka juga berharap tidak ada lagi oknum dari instansi mana pun yang berani menyalahgunakan kekuasaannya demi keuntungan pribadi dan melindungi kejahatan yang merugikan orang banyak.
Rian