PKB Bahas Industrialisasi, Bursa Komoditas Strategis, dan Arah Prabowonomics
0 menit baca
JAKARTA, DNN Indonesia – Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) menggelar diskusi publik bertema “Industrialisasi, Bursa Komoditas Strategis, dan Prabowonomics” di Aula Utama Kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Kamis (2/10/2026).
Diskusi tersebut menghadirkan enam narasumber dari kalangan ekonom, akademisi, serta pengurus DPP PKB. Forum ini menjadi ruang untuk membahas arah kebijakan ekonomi Indonesia, khususnya terkait industrialisasi, pengelolaan komoditas strategis, serta konsep ekonomi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam diskusi tersebut, sejumlah gagasan utama mengemuka.
Industrialisasi Indonesia Dinilai Perlu Lebih Berkeadilan
PKB mendorong agar kebijakan industrialisasi Indonesia tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa atau memberikan manfaat utama kepada korporasi berskala besar.
Industrialisasi, menurut gagasan yang disampaikan dalam forum tersebut, perlu diarahkan untuk memperluas lapangan kerja, memperkuat industri di berbagai daerah di Indonesia, serta membangun keterhubungan dengan pesantren dan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pendekatan tersebut diharapkan dapat membuat manfaat pertumbuhan industri lebih merata sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat di berbagai daerah Indonesia.
Bursa Komoditas Strategis Indonesia Jadi Sorotan
Poin lain yang menjadi perhatian adalah pentingnya penguatan bursa komoditas Indonesia.
Indonesia merupakan salah satu negara penghasil sejumlah komoditas strategis, seperti kelapa sawit, nikel, batu bara, dan karet. Dalam diskusi, muncul pandangan bahwa Indonesia perlu memiliki mekanisme perdagangan komoditas yang semakin kuat agar memiliki posisi lebih besar dalam pembentukan harga komoditas strategis.
Dengan penguatan bursa komoditas Indonesia, Indonesia diharapkan tidak hanya berperan sebagai price taker, tetapi memiliki kapasitas untuk menjadi price maker dalam perdagangan komoditas strategis.
Prabowonomics Dikaitkan dengan Ekonomi Kerakyatan
Diskusi juga membahas konsep Prabowonomics, yang dalam forum tersebut dikaitkan dengan agenda kedaulatan pangan, ketahanan energi, hilirisasi, serta penguatan ekonomi kerakyatan.
PKB menyatakan siap menjadi mitra pemerintah yang kritis sekaligus konstruktif dalam mengawal pelaksanaan program pemerintahan, termasuk agenda yang berkaitan dengan Asta Cita.
“Gagasan Gus Muhaimin tentang ekonomi yang membumi, yang tumbuh dari desa, sangat nyambung dengan Prabowonomics. Kita ingin industrialisasi yang tidak mencabut akar rakyat,” ujar salah satu narasumber dalam diskusi tersebut.
Diskusi berlangsung secara interaktif dan diikuti kader PKB, mahasiswa, serta awak media nasional.
Melalui forum tersebut, DPP PKB menegaskan komitmennya untuk ikut memperkaya pembahasan mengenai arah kebijakan ekonomi Indonesia. Selain menjalankan fungsi politik, PKB menyatakan ingin terus menghadirkan gagasan mengenai pembangunan ekonomi yang dinilai dapat memperkuat kemandirian Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat menuju Indonesia Emas 2045.
