BREAKING NEWS

KAI Siap Hadirkan Kereta Baterai Pertama di Indonesia, Jalur Padalarang–Cicalengka Jadi Pilot Project


 Jakarta, dnnindonesia.com | PT Kereta Api Indonesia (Persero) berencana menghadirkan teknologi kereta api berbasis baterai atau Battery Electric Multiple Unit (BEMU) di Indonesia mulai tahun depan. Jalur komuter Padalarang–Cicalengka di Bandung Raya dipilih sebagai lintasan pertama yang akan mengoperasikan kereta listrik tanpa memerlukan kabel listrik aliran atas (LAA).


Direktur Portofolio Management dan Teknologi Informasi KAI, I Gede Darmayusa, mengatakan perkembangan teknologi kendaraan listrik dan baterai membuka peluang besar bagi transformasi industri perkeretaapian nasional.


Menurutnya, saat ini tingkat elektrifikasi jalur kereta di Indonesia masih sangat rendah. Dari total lebih dari 6.000 kilometer jaringan rel yang ada, hanya sekitar 600 kilometer yang telah menggunakan sistem elektrifikasi.


“Biaya pembangunan elektrifikasi sangat mahal, sementara potensi gangguan operasional juga masih cukup tinggi. Karena itu, teknologi baterai menjadi alternatif yang dinilai lebih fleksibel dan efisien,” ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen Jakarta.


KAI menilai perkembangan teknologi baterai saat ini telah mencapai tahap yang memungkinkan untuk diadopsi pada transportasi massal berbasis rel. Selain kapasitas penyimpanan energi yang semakin besar, bobot baterai juga dinilai semakin ringan dan lebih fleksibel untuk kebutuhan operasional.


Sebagai langkah awal, KAI akan mulai mengadopsi teknologi Battery Electric Multiple Unit (BEMU) untuk layanan komuter. Kajian serta penjajakan kerja sama dengan PT Industri Kereta Api (INKA) telah dimulai pada tahun ini.


Bandung Raya dipilih menjadi lokasi proyek percontohan karena tingginya permintaan layanan commuter line yang terus meningkat, khususnya pada koridor Padalarang–Cicalengka yang saat ini masih menggunakan Diesel Multiple Unit (DMU).


Dengan teknologi baterai, KAI tidak perlu menunggu pembangunan jaringan elektrifikasi yang membutuhkan investasi besar untuk menghadirkan layanan kereta listrik di jalur tersebut.


Kereta baterai yang direncanakan akan beroperasi di lintasan sekitar 42 kilometer itu disebut mampu melakukan pengisian daya penuh hanya dalam waktu sekitar 10 hingga 15 menit.


Proyek pengadaan ditargetkan mulai berjalan pada September 2026, dengan target kedatangan satu rangkaian kereta baterai pertama pada kuartal kedua tahun 2027.


Apabila proyek percontohan ini berhasil, KAI membuka peluang untuk memperluas penggunaan teknologi kereta baterai ke berbagai kota lain di Indonesia yang belum memiliki jaringan elektrifikasi.


Rute Padalarang–Cicalengka sendiri melintasi sejumlah wilayah penting mulai dari Padalarang, Cimahi, Bandung hingga Cicalengka, termasuk beberapa stasiun seperti Cimindi, Andir, Kiaracondong, Gedebage, Rancaekek, hingga Haurpugur.


KAI memperkirakan layanan kereta baterai ini nantinya mampu melaju hingga kecepatan 120 kilometer per jam dengan headway sekitar 15–30 menit, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan transportasi komuter di masa mendatang.


//supriyadi

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image