Logo Bank Mandiri Mendadak Dicopot, Viral Bersamaan dengan Polemik Rekening Rp80,9 Juta
JAKARTA | DNN Indonesia — Pencopotan logo Bank Mandiri dari salah satu gedung di kawasan Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, mendadak menjadi perhatian publik setelah rekaman dan foto proses pencopotan tersebut beredar luas di media sosial pada Senin (24/8/2026).
Berdasarkan foto dan video yang beredar, logo bertuliskan “Mandiri” yang sebelumnya terpasang pada bagian atas gedung terlihat sudah tidak berada di tempatnya. Kondisi tersebut kemudian ramai diperbincangkan warganet, terutama karena muncul di tengah polemik pemblokiran rekening milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok.
Rekening tersebut disebut menyimpan dana sekitar Rp80,9 juta, yang menurut Supriyono terdiri dari uang pribadi dan dana donasi masyarakat untuk kebutuhan kegiatan warga Pati di Jakarta. Polemik pemblokiran rekening itu sebelumnya juga viral di media sosial.
Bank Mandiri sebelumnya memberikan penjelasan bahwa pemblokiran rekening tersebut merupakan tindak lanjut atas permintaan aparat penegak hukum dan menyatakan tindakan dilakukan sesuai prosedur serta ketentuan yang berlaku.
Di sisi lain, Polda Metro Jaya kemudian menjelaskan bahwa surat yang diajukan penyidik kepada pihak bank merupakan permohonan penundaan transaksi, bukan permohonan pemblokiran rekening. Perbedaan istilah tersebut turut menjadi perhatian publik.
Sementara itu, hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi yang mengonfirmasi bahwa pencopotan logo Bank Mandiri tersebut berkaitan dengan polemik pemblokiran rekening Rp80,9 juta maupun rencana aksi pada 27 Agustus 2026.
Karena itu, pencopotan logo tersebut untuk sementara perlu dilihat sebagai fakta visual yang terjadi di lapangan, sedangkan kaitannya dengan polemik rekening masih menjadi pertanyaan publik dan menunggu penjelasan resmi dari pihak Bank Mandiri.
Publik kini menanti klarifikasi mengenai alasan pencopotan logo tersebut. Apakah merupakan bagian dari kegiatan pemeliharaan, perubahan identitas gedung, atau terdapat alasan lain, masih belum diketahui secara pasti.
