BUKAN SEKADAR YEL-YEL! KADER GERINDRA KRISTIANI DITANTANG BERGERAK, KAWAL PRABOWO DAN HADIR UNTUK RAKYAT
Pesan tegas tersebut mengemuka dalam kegiatan ibadah bulanan yang diikuti para pengurus dan kader organisasi Kristiani Partai Gerindra. Kegiatan tidak hanya menjadi momentum ibadah, tetapi juga dimanfaatkan untuk memperkuat konsolidasi, kepedulian sosial, serta komitmen para kader dalam menjalankan tanggung jawab organisasi.
Dalam penyampaiannya, para kader diajak untuk tidak menjadikan organisasi sekadar sebagai tempat berkumpul. Sebaliknya, organisasi harus mampu hadir di tengah masyarakat dan menjadi sumber manfaat.
“Kalau organisasi tidak bergerak, maka organisasi itu mati,” menjadi salah satu pesan yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.
KADER DIMINTA JANGAN DIAM DI MEDIA SOSIAL
Di tengah derasnya arus informasi di media sosial, para kader juga didorong untuk mengambil peran lebih aktif.
Mereka diminta berani menyampaikan informasi yang benar, meluruskan informasi yang dinilai keliru, serta ikut menjelaskan berbagai program pemerintah kepada masyarakat.
Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kader tidak boleh hanya aktif ketika menghadiri kegiatan organisasi. Aktivitas dan kontribusi juga harus terlihat di tengah masyarakat, termasuk melalui ruang digital.
Para kader yang menjadi bagian dari perjuangan politik Partai Gerindra juga kembali diingatkan mengenai pentingnya loyalitas terhadap partai dan dukungan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
DARI POLITIK KE AKSI SOSIAL
Gerakan organisasi juga diarahkan tidak berhenti pada urusan politik. Kepedulian terhadap masyarakat yang mengalami musibah menjadi salah satu bentuk nyata yang didorong.
Sejumlah pengurus disebut telah melakukan kegiatan sosial dan membantu masyarakat terdampak bencana. Bahkan, terdapat rencana untuk kembali turun memberikan bantuan ke wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Langkah tersebut dinilai menjadi bagian penting dari upaya membangun organisasi yang tidak hanya berbicara, tetapi juga hadir ketika masyarakat membutuhkan.
JANGAN JADI PENGURUS HANYA UNTUK JABATAN
Pesan paling keras dalam kegiatan tersebut adalah mengenai makna menjadi pengurus.
Menjadi kader maupun pengurus tidak seharusnya dimaknai sebagai jalan untuk mengejar kepentingan pribadi. Sebaliknya, posisi tersebut harus dipandang sebagai tanggung jawab untuk melayani dan memberikan kontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Para kader juga diajak keluar dari pola pikir yang hanya bertanya, “Apa yang bisa saya dapat?”
Pertanyaan yang lebih penting justru, “Apa yang bisa saya berikan?”
Semangat tersebut diharapkan menjadi dasar bagi kader dalam menjalankan aktivitas organisasi, baik di tingkat pusat maupun daerah.
GERAKAN HARUS DIRASAKAN MASYARAKAT
Organisasi yang kuat bukan hanya terlihat dari banyaknya pengurus atau ramainya kegiatan. Ukuran keberhasilan organisasi juga dapat dilihat dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat.
Karena itu, kader Gerindra Kristiani didorong untuk terus memperkuat komunikasi, kepedulian sosial, pelayanan masyarakat, serta kontribusi positif melalui berbagai bidang.
Kegiatan ibadah bulanan tersebut akhirnya menjadi lebih dari sekadar agenda rutin. Ada pesan kuat yang dibawa pulang oleh para peserta: jangan hanya hadir, jangan hanya berbicara, dan jangan hanya berjanji—bergeraklah dan buktikan kontribusi nyata.
//Susylawaty
DNN INDONESIA — Bergerak, Memberitakan, Mengawal Kebenaran.
