Ratusan Karyawan Terancam PHK Imbas Penutupan Puluhan Gerai Alfamart dan Indomaret di Lombok Tengah
Lombok Tengah | dnnindonesia.com | Ratusan karyawan ritel modern di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), dikabarkan terancam kehilangan pekerjaan setelah pemerintah daerah menghentikan operasional 18 gerai Alfamart dan 7 gerai Indomaret.
Penutupan puluhan gerai tersebut disebut berkaitan dengan persoalan perizinan dan penataan zonasi retail modern yang dinilai tidak sesuai dengan aturan daerah. Kebijakan ini pun memicu keresahan di kalangan pekerja karena banyak pegawai yang menggantungkan hidup dari pekerjaan tersebut.
Sejumlah karyawan bahkan dikabarkan telah mendatangi Kantor Bupati Lombok Tengah untuk menyampaikan aspirasi dan meminta kejelasan terkait nasib mereka pasca penghentian operasional toko modern tersebut.
Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi meminta agar persoalan ini tidak sampai berujung pada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal. Pemerintah berharap ada solusi terbaik antara pihak perusahaan dan pemerintah daerah demi menyelamatkan para pekerja yang terdampak.
Sementara itu, Menteri Perdagangan Budi Santoso juga ikut menyoroti persoalan tersebut. Ia menyebut pemerintah pusat tengah berkomunikasi dengan pemerintah daerah guna mencari jalan keluar, termasuk kemungkinan relokasi gerai agar tetap dapat beroperasi sesuai aturan tata ruang yang berlaku.
Penertiban retail modern di Lombok Tengah sendiri menjadi perhatian publik karena dinilai berdampak langsung terhadap nasib ratusan pekerja lokal di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.
Hingga kini, polemik penutupan puluhan gerai Alfamart dan Indomaret tersebut masih menjadi sorotan masyarakat dan memunculkan kekhawatiran akan bertambahnya angka pengangguran di daerah.
//Redaksi
