BREAKING NEWS

Gang Penuh Bendera Piala Dunia 2026 di Bali Jadi Magnet Nobar, Warga Habiskan Hingga Rp16 Juta untuk Meriahkan Turnamen


 

BALI, DNN Indonesia – Demam Piala Dunia FIFA 2026 tidak hanya terasa di layar kaca maupun lokasi nonton bareng (nobar), tetapi juga menjelma menjadi atraksi unik di kawasan Kedonganan.


Sebuah gang permukiman di Jalan Pesraman, Kedonganan, dipenuhi deretan bendera dari seluruh negara peserta Piala Dunia 2026 yang berkibar sepanjang akses menuju rumah I Made Sumerta Lodra atau yang akrab disapa Kadek Lodra.



Tak hanya menghadirkan dekorasi bertema sepak bola dunia, lokasi tersebut juga disulap menjadi pusat kegiatan nobar dengan layar proyektor besar yang terbuka bagi warga dan para pencinta sepak bola untuk berkumpul dan mempererat kebersamaan.


Berlokasi di Gang Tangkas, Jalan Pesraman, Kedonganan, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali, nuansa Piala Dunia sudah terasa sejak sepekan sebelum turnamen resmi dimulai.


Sebanyak 48 bendera negara peserta dipasang berjajar dengan ukuran seragam 1 x 1,75 meter. Selain itu, terdapat pula dua bendera raksasa berukuran 7 x 5 meter milik tim favorit keluarga Kadek Lodra.


"Tujuan utamanya adalah ikut memeriahkan dan menyemarakkan event empat tahunan Piala Dunia 2026. Saya sendiri merupakan pecinta sepak bola," ujar Kadek Lodra saat ditemui pada Sabtu, 20 Juni 2026.


Menurutnya, pemasangan bendera bukan sekadar bentuk dukungan terhadap turnamen sepak bola terbesar di dunia, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan olahraga sepak bola kepada generasi muda sekaligus menciptakan ruang kebersamaan di lingkungan sekitar.


Selain itu, kegiatan tersebut dimanfaatkan untuk mempererat hubungan antarwarga, keluarga, sahabat, hingga relasi kerja melalui agenda nobar yang rutin digelar.


"Dari sana tentunya terjalin komunikasi, tidak hanya membicarakan sepak bola, tetapi juga berbagai hal yang bersifat membangun, baik di tingkat desa adat, regional Bali, maupun nasional," tambahnya.


Menariknya, seluruh bendera yang dipasang dibuat secara mandiri dengan bantuan tetangga yang memiliki keterampilan menjahit.


Untuk satu bendera ukuran standar, biaya produksinya mencapai sekitar Rp150 ribu, sedangkan bendera berukuran besar menelan biaya hingga Rp500 ribu. Biaya tersebut belum termasuk pengadaan tiang besi setinggi enam meter yang mencapai Rp135 ribu per batang.


"Kami mengeluarkan biaya kurang lebih Rp15 hingga Rp16 juta. Bendera tim-tim unggulan seperti Tim Nasional Prancis*,* Tim Nasional Jerman*, dan* Tim Nasional Brasil sudah tersedia. Nantinya, siapa pun yang lolos ke final akan kami pasang bendera besarnya," ungkapnya.


Dua bendera jumbo yang telah dipasang dipilih secara khusus karena memiliki nilai emosional bagi keluarga.


"Bendera besar yang kami pasang adalah tim favorit keluarga, yakni Tim Nasional Spanyol dan Tim Nasional Argentina*,"* ujarnya.


Lokasi Nobar yang Menyatukan Warga


Tak hanya menjadi spot foto dan pusat euforia Piala Dunia, rumah Kadek Lodra juga difungsikan sebagai lokasi nobar dengan layar proyektor besar yang dipasang di area garasi rumah.


Tradisi ini sebenarnya telah dimulai sejak penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2022, namun pada tahun ini pelaksanaannya dilakukan dengan skala yang jauh lebih besar.


"Setiap peserta memilih tim unggulannya masing-masing, bukan melalui undian. Untuk Piala Dunia 2026 ini jumlah pesertanya mencapai 150 orang," jelasnya.


Setiap hari, panitia internal menyusun jadwal nobar, terutama untuk pertandingan-pertandingan besar atau big match yang diprediksi menyedot perhatian banyak penonton.


"Setiap hari kami membuat jadwal nobar, terutama saat laga big match. Rumah kami bisa penuh oleh peserta nonton bareng," tuturnya.


Menjelang pembukaan resmi Piala Dunia 2026, Kadek Lodra bersama warga sekitar bahkan sempat menggelar konvoi sepeda motor sambil membawa bendera negara unggulan masing-masing sebagai bentuk perayaan dan antusiasme menyambut pesta sepak bola dunia.


Meski jumlah peserta dan rute konvoi tidak sebesar edisi sebelumnya karena mempertimbangkan kondisi ekonomi saat ini, semangat warga dalam menyambut Piala Dunia tetap terasa kuat di sudut Kedonganan, Bali.


Sumber: video tribun bali

Program: Selebrasi Lokal

Editor: Faiz Fadhilah

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image