BREAKING NEWS

Dolar AS Tembus Rp18.085, Rupiah Kembali Tertekan di Tengah Ketidakpastian Global


 

DNN Indonesia | Jakarta 10 Juli 2026 – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah kembali menjadi sorotan setelah menembus kisaran Rp18.085 pada perdagangan Jumat (10/7/2026). Pelemahan rupiah ini mencerminkan masih kuatnya tekanan terhadap mata uang nasional di tengah sentimen global yang belum kondusif.


Data Bank Indonesia menunjukkan kurs referensi (JISDOR) pada periode ini berada di kisaran Rp18.090 per dolar AS, menandai level yang sangat tinggi dibandingkan beberapa bulan sebelumnya.


Penguatan dolar AS dipengaruhi oleh sejumlah faktor, di antaranya ekspektasi suku bunga Amerika Serikat yang tetap tinggi, meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven, serta ketidakpastian ekonomi global. Kondisi tersebut turut memberikan tekanan terhadap mayoritas mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.


Sejumlah pelaku pasar menilai pelemahan rupiah berpotensi berdampak pada kenaikan biaya impor, harga bahan baku industri, hingga tekanan terhadap inflasi domestik apabila kondisi ini berlangsung dalam waktu yang lama. Sektor yang bergantung pada bahan baku impor diperkirakan menjadi yang paling merasakan dampaknya.


Meski demikian, para ekonom berharap langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia bersama pemerintah mampu menjaga kepercayaan pasar dan mengurangi volatilitas nilai tukar dalam beberapa waktu ke depan.


DNN Indonesia akan terus memantau perkembangan pergerakan nilai tukar rupiah dan dampaknya terhadap perekonomian nasional.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image