BREAKING NEWS

Pemuda Jadi Kunci Masa Depan Indonesia, Persatuan dan Ekonomi Digital Jadi Sorotan


 

JAKARTA | DNN Indonesia | Persatuan pemuda dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam menentukan arah masa depan Indonesia. Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan kepemudaan yang membahas tantangan generasi muda, pembangunan sumber daya manusia, hingga kesiapan Indonesia menghadapi momentum 100 tahun Sumpah Pemuda pada 2028.



Dalam kegiatan tersebut, sejumlah tokoh menyampaikan pentingnya memperkuat persatuan di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi digital. Generasi muda dinilai tidak cukup hanya menjadi penonton, tetapi harus mengambil peran nyata dalam pembangunan bangsa.


Salah satu pembicara menegaskan bahwa Indonesia tidak akan mampu membangun negara secara maksimal tanpa persatuan. Menurutnya, semangat persatuan yang telah menjadi fondasi sejak Sumpah Pemuda 1928 harus terus diteruskan oleh generasi saat ini.


Momentum menuju 100 tahun Sumpah Pemuda pada 2028 juga dinilai harus menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk menentukan kontribusi mereka terhadap masa depan Indonesia.


“Kalau dulu generasi Sumpah Pemuda menjadi bagian penting dari sejarah, pertanyaannya adalah apakah generasi muda hari ini juga mampu menjadi bagian penting dari sejarah Indonesia berikutnya,” menjadi salah satu pesan yang disampaikan dalam forum tersebut.


Persoalan kepemudaan juga tidak hanya berkaitan dengan organisasi, tetapi menyangkut kesempatan kerja, kualitas sumber daya manusia, kesehatan, pendidikan, ekonomi, hingga kesiapan menghadapi perubahan teknologi.


Dalam forum itu turut disoroti pentingnya Indonesia keluar dari middle income trap atau jebakan negara berpendapatan menengah. Peningkatan kualitas sumber daya manusia, inovasi dan kewirausahaan digital dinilai menjadi bagian penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.


Generasi muda juga didorong agar tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi mampu menciptakan lapangan pekerjaan melalui inovasi dan kewirausahaan.


Di sisi lain, perkembangan media sosial menjadi tantangan tersendiri. Dengan jumlah pengguna internet yang sangat besar, ruang digital harus dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi positif, bukan justru menjadi tempat berkembangnya hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, dan perpecahan.


Para pemuda diminta tetap kritis dalam menyampaikan pendapat, namun mengedepankan etika serta menjaga persatuan.


“Boleh berpendapat, tetapi kalau ingin memberikan sesuatu yang baik, tunjukkan hal yang baik. Jangan sampai media sosial justru menghancurkan ukhuwah dan memicu perpecahan,” pesan yang mengemuka dalam kegiatan tersebut.


Selain itu, partisipasi dan kepemimpinan pemuda juga menjadi perhatian. Organisasi kepemudaan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi benar-benar hadir di tengah masyarakat dan mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan.


Program kepemudaan seperti lomba debat, pidato, pengembangan ekonomi digital, kewirausahaan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia dinilai perlu diperkuat agar generasi muda Indonesia memiliki daya saing dengan negara lain.


Indonesia saat ini memiliki puluhan juta penduduk usia muda yang akan menjadi penerus kepemimpinan bangsa. Karena itu, pembinaan karakter, mental, pendidikan, keterampilan dan kepemimpinan dinilai harus menjadi perhatian bersama.


Pesan utama yang disampaikan dalam forum tersebut adalah persatuan tidak boleh berhenti menjadi slogan. Pemuda harus bergerak, berkarya dan menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.


Dari Indonesia bagian timur, tengah hingga barat, generasi muda diharapkan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan mengambil bagian dalam perjalanan bangsa menuju Indonesia yang lebih besar dan maju.


//Susyliawaty

DNN INDONESIA — Berita Nasional, Tajam dan Berimbang.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image