BREAKING NEWS

WiFi Terpampang, Tapi Tak Berfungsi? Halte ASEAN Dipertanyakan, Sekadar Asesoris atau Bentuk Akuntabilitas?


 JAKARTA, DNN Indonesia – Papan bertuliskan “Akses Internet Cepat – High Speed Wi-Fi” terpampang jelas di area Halte ASEAN, Jakarta Selatan. Namun, fasilitas yang seharusnya memberikan kemudahan akses internet bagi pengguna TransJakarta itu justru menuai pertanyaan setelah warga mencoba menggunakannya dan tidak mendapatkan konektivitas.



Pantauan dan dokumentasi pada Sabtu, 5 September 2026 sekitar pukul 10.47 WIB, menunjukkan keberadaan papan informasi fasilitas WiFi tersebut di dalam area halte.


Persoalan semakin menarik perhatian setelah dua warga, TL (55) dan S (60), mencoba menghubungkan telepon seluler mereka dengan jaringan WiFi yang tersedia.


Keduanya mengaku perangkat sempat menunjukkan status tersambung, namun koneksi internet tidak berjalan. Dengan kata lain, secara tampilan ponsel seolah-olah telah terkoneksi, tetapi ketika digunakan untuk mengakses internet, tidak terjadi konektivitas.


Kondisi ini kemudian memunculkan pertanyaan: apakah fasilitas tersebut benar-benar aktif dan berfungsi sebagaimana informasi yang terpampang, atau hanya sebatas fasilitas yang secara fisik tersedia tetapi tidak memberikan manfaat kepada pengguna?


Warga Pertanyakan Anggaran


Kekecewaan warga kemudian berkembang menjadi pertanyaan yang lebih serius mengenai akuntabilitas fasilitas publik.


Salah seorang warga mempertanyakan, apabila sebuah fasilitas telah dipasang, diberi penanda resmi, dan disebut sebagai High Speed Wi-Fi, tetapi tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya, bagaimana mekanisme pertanggungjawabannya?


Bahkan muncul pertanyaan dari warga apakah kondisi seperti itu berpotensi membuka ruang terjadinya manipulasi dalam pengadaan atau pelaporan anggaran.


Namun, pertanyaan tersebut belum dapat disimpulkan sebagai adanya manipulasi anggaran. Untuk membuktikannya tentu diperlukan pemeriksaan dokumen pengadaan, kontrak, spesifikasi teknis, pembayaran, berita acara pekerjaan, hingga hasil pemeriksaan dan pengawasan dari pihak berwenang.


Justru karena itu, pertanyaan warga tersebut layak dijawab secara terbuka oleh pihak terkait.


Apakah fasilitas WiFi di Halte ASEAN memang masih aktif?


Siapa penyedia dan pengelolanya?


Berapa nilai pengadaan atau biaya pemeliharaannya?


Apakah layanan tersebut memiliki standar tingkat layanan atau target ketersediaan jaringan?


Dan yang paling penting:


Apakah fasilitas yang tercantum dalam pelayanan publik tersebut benar-benar telah diuji dan dipastikan berfungsi?


Bukan Sekadar Papan Nama


Persoalan ini bukan semata-mata mengenai WiFi.


Ketika sebuah fasilitas publik dipasang dan diberi informasi resmi kepada masyarakat, maka ada ekspektasi bahwa fasilitas tersebut dapat digunakan.


Jika terjadi gangguan, masyarakat berhak mendapatkan informasi mengenai penyebabnya dan langkah perbaikannya.


Sebab, fasilitas publik bukan sekadar elemen estetika untuk membuat halte terlihat modern.


Fasilitas publik harus berfungsi, dipelihara dan memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.


PT Transportasi Jakarta sebelumnya menjadikan fasilitas WiFi sebagai bagian dari peningkatan pelayanan pelanggan. Karena itu, apabila pada praktiknya pengguna mengalami kegagalan konektivitas, kondisi tersebut patut menjadi bahan evaluasi.


Akuntabilitas Jangan Berhenti pada Pemasangan


Halte modern dengan fasilitas digital merupakan bagian dari wajah baru transportasi Jakarta.


Namun, ukuran keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya dilihat dari berapa banyak fasilitas yang dipasang.


Ukuran sesungguhnya adalah apakah fasilitas tersebut bekerja ketika masyarakat membutuhkannya.


Di sinilah akuntabilitas pelayanan publik diuji.


Jangan sampai sebuah fasilitas terlihat lengkap dalam daftar atau secara fisik terpampang di lokasi, tetapi ketika masyarakat mencoba menggunakannya, manfaatnya justru tidak dirasakan.


Kalau memang terjadi gangguan teknis, tentu tidak ada persoalan selama pengelola memberikan penjelasan dan melakukan perbaikan.


Tetapi apabila fasilitas tersebut sudah tidak digunakan atau tidak lagi tersedia, pertanyaannya menjadi berbeda:


Mengapa papan informasinya masih dipasang?


Jakarta Kota Global Jangan Hanya Tampak Modern


Jakarta tengah didorong menjadi kota global. Konsep tersebut tentu tidak cukup diwujudkan melalui bangunan megah, halte modern, teknologi digital, atau berbagai fasilitas yang tampak canggih.


Kota global juga membutuhkan pelayanan publik yang dapat diandalkan dan akuntabel.


Karena itu, persoalan WiFi di Halte ASEAN seharusnya tidak dianggap sebagai masalah kecil.


Dari fasilitas sederhana seperti WiFi, publik dapat melihat bagaimana sistem pemeliharaan, pengawasan dan pertanggungjawaban pelayanan publik dijalankan.


Warga tentu tidak meminta sesuatu yang berlebihan.


Mereka hanya ingin ketika sebuah fasilitas bertuliskan “High Speed Wi-Fi” tersedia di halte, fasilitas tersebut benar-benar bisa digunakan.


Jika tidak, publik layak bertanya:


Apakah yang dibangun adalah fasilitas pelayanan, atau hanya penanda bahwa fasilitas tersebut pernah ada?


Bola Ada di Pengelola


Kini penjelasan berada di tangan pengelola dan pemerintah daerah.


Publik membutuhkan jawaban yang sederhana dan terukur: apakah WiFi di Halte ASEAN sedang mengalami gangguan, sejak kapan gangguan terjadi, apa penyebabnya, siapa yang bertanggung jawab melakukan pemeliharaan, serta kapan fasilitas tersebut kembali normal?


Sementara dugaan mengenai manipulasi anggaran tidak boleh langsung dianggap sebagai fakta tanpa bukti. Namun, pertanyaan warga tersebut justru dapat menjadi pintu masuk untuk memastikan bahwa seluruh proses pengadaan, pemasangan, pemeliharaan dan pelaporan fasilitas publik berjalan transparan serta dapat dipertanggungjawabkan.


Sebab, akuntabilitas bukan hanya soal memasang fasilitas dan mengalokasikan anggaran. Akuntabilitas diuji ketika masyarakat datang, mencoba menggunakan fasilitas tersebut, dan benar-benar mendapatkan manfaatnya.


Jakarta sebagai kota global jangan hanya terlihat modern dari papan dan infrastrukturnya. Kota global harus mampu membuktikan bahwa setiap fasilitas publik yang dijanjikan kepada warga benar-benar berfungsi.


Keterangan foto:

Papan informasi “Akses Internet Cepat – High Speed Wi-Fi” terpampang di area Halte ASEAN, Jakarta Selatan, Sabtu (5/9/2026). Dua warga, TL (55) dan S (60), mengaku perangkat sempat menunjukkan status tersambung, namun tidak mendapatkan konektivitas internet.


//Susylawaty

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image